Kamis, 16 Mei 2013

Essai Pacaran atau Jomblo


            Di zaman modern ini, sering kita jumpai anak – anak muda atau ABG yang sudah mengenal pacaran. Pacaran? Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Pengertian yang keren kan? Banyak sekali yang bertanya pada saya, sudah berapa kali saya berpacaran? Dengan senyum saya menjawab sudah tak terhitung lagi. Mungkin sebagian orang ada yang tidak percaya. Tapi inilah pendapat saya tentang pacaran. Pacaran itu sebenarnya hanya buang – buang waktu dan energi saja.
Mungkin saya lebih menyukai hubungan yang santai tanpa ada komitmen di antara keduanya. Istilah gaulnya sekarang adalah hubungan tanpa status. Saya memang sudah beberapa kali berpacaran, tapi pernah menjalani hubungan tanpa status. Hubungan tanpa status? Menurut pendapat teman saya yang pernah mengalaminya, hubungan tanpa status itu  berarti dua insan yang menjalani hubungan seperti pacaran tanpa ada komitmen diantara keduanya. Sebenarnya pacaran ataupun hubungan tanpa status menurut saya sama saja, sama – sama menyakitkan.
Tetapi ada pula teman – teman saya yang masih betah menjomblo. Kalian pasti sudah tau definisi dari jomblo, tapi saya akan menjelaskan definisi jomblo. Jomblo itu menurut kosakata bahasa sunda yang berarti (orang yang) gak laku – laku. Kata ini sejatinya bermakna negatif. Diserap bahasa gaul dengan arti lagi sendiri. Ada beberapa macam jomblo, yaitu jomblo sejati, jomblo sniper, jomblo negatif, jomblo biru, jomblo finale, jomblo hunter, jomblo impossible, jomblo firever, dan jomblo error. Banyak sekali bukan?
Menjadi jomblo memang memiliki keuntungan tersendiri. Kalian bisa bebas menghabiskan uang, dan tidak ada yang melarang jika ingin bergaul dengan banyak teman. Menurut Debi Bernt, seorang konselor hubungan dan penulis buku ‘Let Love In’, bentuk kecanduan menjadi jomblo seperti merokok, dan seringkali tidak disadari, yang akhirnya bisa membuatnya lupa untuk menikah. Kerugian dari jomblo juga bisa dirasakan oleh kalian. Contohnya kalian merasa iri melihat teman – teman anda diperhatikan lebih oleh pasangannya.
Mempunyai pacar pun juga memiliki keuntungannya. Kalian bisa mendapatkan perhatian lebih dari pasangan anda yang anda cintai. Tapi kalian juga bisa mendapatkan kerugian jika kalian memutuskan untuk berpacaran. Contohnya untuk para lelaki, kalian mau tidak mau harus mengeluarkan uang simpanan kalian hanya untuk membeli barang yang diinginkan oleh pasangan anda. Apalagi jika pasangan kalian “memanfaatkan” kalian.
Perbedaan yang sebenarnya antara pacaran dengan jomblo itu hanya terletak di bagian kebebasan. Contohnya, jomblo itu bebas bergaul dengan siapa saja, sedangkan pacaran tidak, karena setiap kita ingin bergaul kita harus meminta ijin terlebih dahulu kepada pasangan kita.
Jadi pacaran dan jomblo itu tidak hanya memberikan dampak positif tapi juga memberikan dampak negatif. Hanya tinggal kita sajalah yang dapat memilih yang baik untuk masa depan kita. Berdasarkan pembahasan saya mengenai pacaran dan jomblo, menurut kalian lebih baik pacaran atau jomblo?

Karya : Ellysa Mutiara Lestari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar